Senin, 01 September 2014

Perbedaan Kamera DSLR, Mirrorless, dan Pocket

Saat ini ada 3 mainstream dalam dunia kamera, yaitu kamer DSLR, Mirrorless dan Kamera Pocket. Kamera DSLR dan kamera pocket lahir di zaman yang sama saat era digitalisasi film menjadi sensor. Kamera pocket ukurannya lebih kecil karena menggunakan sensor yang kecil sehingga lensa-nya pun bisa berukuran kecil. Kamera pocket diperuntukkan biasanya lebih ke foto dokumentasi keluarga dan event-event tertentu yang tidak membutuhkan hasil foto dengan kualitas tinggi. Saat ini kamera pocket sudah mulai digusur oleh keberadaan kamera smartphone, yang terintegrasi ke berbagai aplikasi dan social media.


Kamera DSLR ditandai utamanya dengan ukuran sensor yang besar (APS-C atau Full Frame), lensa yang bisa diganti, terdapat mirror pada body untuk mengarahkan cahaya obyek ke optical viewfinder. Ukurannya jauh lebih besar dan berat dari kamera pocket, tetapi dengan hasil foto yang memang kualitasnya lebih bagus. Dan terutama nih, terlihat kereeen, gede gitu loh :D.

Sedangkan kamera Mirrorless adalah genre baru dengan hilangnya mirror dan optical viewfinder dan digantikan dengan elektronic viewfinder (EVF). Hasilnya, body yang sekecil kamera pocket, tetapi kualitas gambar menyamai kamera DSLR. Keluhan pada kamera Mirrorless adalah penggunaan EVF yg dirasa tidak sebaik optical, juga auto-focus yang tidak sebaik DSLR untuk pengambilan gambar obyek bergerak.

Mengenal Level Market Kamera DSLR
Kamera entry-level biasanya cukup untuk fotografer pemula untuk menekuni hobinya. Semua kontrol manual tersedia mulai dari setting aperture, shutter, ISO memudahkan dalam pengambilan gambar yang kreatif. Body tidak terbuat material yang kuat, jadi mungkin agak kurang kokoh. Contoh kamera DSLR entry level adalah Canon 1000D, Canon 650D, Nikon D3200, Nikon D5200, Pentax K-30 dll. Mana yang terbaik ? Menurut saya sebelas duabelas-lah, sama saja. Tidak ada yang lebih istimewa, teknologi yang digunakan hampir sama semua, mungkin hasil berbeda pada selera tingkat ketajaman, selera tone warna. 

Menyadari Budget Yang Tersedia
Investasikan kelebihan budget ke lensa-lensa dan peralatan fotografi lainnya. Karena lensa salah satu penentu kualitas foto yang dihasilkan. Lebih baik memakai body kamera DSLR entry-level tetapi menggunakan lensa yang high-end daripada sebaliknya, kamera high-end lensanya abal-abal.

Sedangkan bagi budget yang pas-pasan, ya sadarilah, mau gak mau ya DSLR entry-level. Minimal dapat lensa kit standard, biasanya 18-55mm f/3.5-5.5, sudah cukup untuk memulai hobi fotografi. Tidak usah pedulikan misalkan megapixel-nya kalah dengan kamera tetangga, lensanya gini gitu, jangan terjebak dalam banding membandingkan tidak akan pernah selesai. Dan belilah juga tas kamera online murah untuk menghemat budget.

Just Buy It and Take A Photograph
Berikutnya setelah yakin dengan pilihan hati, segera beli dan mulailah ambil foto sebanyak-banyaknya. Fase terberat bagi seorang penghobi fotografi bukanlah memilih dan membeli, tapi melanggengkan hobi itu sendiri. Saya selalu menyarankan kepada teman-teman yang baru terjun di dunia fotografi, “foto aja, jangan kebanyakan diskusi, foto dan foto”.


sumber : lensagual.com

2 komentar:

  1. Mau tanya gan, kamera pocket eekarang denganbharga 1,5 udah dapet yg 20 mp. Sedangkan kamera dslr cukup mahal..

    Beda gak sih, 20 mp kamera pocket dengan dslr ? Makasih

    BalasHapus
  2. Mau tanya gan, kamera pocket eekarang denganbharga 1,5 udah dapet yg 20 mp. Sedangkan kamera dslr cukup mahal..

    Beda gak sih, 20 mp kamera pocket dengan dslr ? Makasih

    BalasHapus